LAPORAN
PARAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
PERCOBAAN
II
FOTOSINTESIS
NAMA : TRI ASTUTI
NIM : I11112048
FAK/GOL : PETERNAKAN/B
KOLOMPOK : I
ASISTEN : ST. RAHBIAH
LABORATORIUM
BIOLOGI DASAR
UNIT
PELAKSANA TEKNIS-MATA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Tuhan telah
menciptakan beraneka ragam makhluk hidup yang saling bergantung. Misalnya
ketika sedang berteduh di bawah pohon pada siang hari, kita yang dapat
merasakan kesejukan dan kesegaran udara di sekitarnya. Udara di sekitarnya
terasa sejuk karena banyak oksigen murni yang berasal dari hasil fotosintesis
yang terjadi pada daun tumbuhan, demikian pula tumbuh-tumbuhan yang memerlukan
CO2 (karbon dioksida) yang berasal dari udara bebas dan pernapasan manusia
untuk fotosintesis (Karmana, 2007).
Fotosintesis
sebenarnya merupakan suatu proses pembentukan senyawa kimia kompleks dari
senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan sinar matahari. Hasil akhir
dari fotosintesis berupa karbohidrat yang akan digunakan sebagai sumber makanan
dan oksigen yang terlepas ke udara bebas sehingga orang yang berada di
sekitarnya dapat menghirup udara segar. Oksigen yang dihasilkan tumbuhan
diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas (Karmana, 2007).
Tumbuhan merupakan
makhluk hidup yang autotrof, yaitu makhluk hidup yang mampu menghasilkan
makanannya sendiri. Makanannya itu dalam bentuk senyawa kimia, yang diperoleh
melalui proses fotosintesis dalam daun (Karmana, 2007).
Fofosintetis
merupakan suatu peristiwa penggabungan zat anorganik (seperti unsur C, H, dan
O) menjadi zat organik berupa senyawa glukosa (karbohidrat), dengan menggunakan
energi matahari (Karmana, 2007).
Penelitian atau
pengematan mengenai reaksi fotosintesis perlu dilakukan untuk membuktikan hasil
apa yang dapat diperoleh dari reaksi yang berlangsung pada proses fotosintesis
tersebut.
I.2. Tujuan
Percobaan
Tujuan dari percobaan mengenai
fotosintesis yang dilakukan adalah sebagai berikut :
·
Membuktikan proses
fotosintesis akan menghasilkan glukosa.
·
Membuktikan proses
fotosintesis melapaskan O2 atau oksigen.
I.3. Waktu dan
Tempat Percobaan
Pengamatan
tentang proses fotosintesis ini dilakukan pada hari Selasa, Tanggal 02 Oktober
2012, Pukul 11.00-14.00 di Laboratorium Biologi Dasar, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Metabolisme adalah seluruh proses
kimia yang berlangsung di dalam tubuh organisme / makhluk hidup. Dalam suatu reaksi kimia terjadi perubahan struktur
molekul dari satu zat atau lebih disertai dengan pelepasan atau penyerapan
energi. Secara keseluruhan, metabolisme berkaitan dengan pengelolaan /
pengaturan sumber daya materi dan energi di dalam sel (Hadisumarto,
1997).
Metabolisme terdiri atas dua proses,
yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme
merupakan penyusunan zat kompleks dari zat yang lebih sederhana dan memerlukan
energi. Salah satu contoh anabolisme adalah sintesis protein dari asam amino.
Sebaliknya, katabolisme merupakan
pemecahan zat kompleks menjadi zat yang lebih sederhana disertai dengan proses
pelepasan energi. Anabolisme adalah penyusunan
senyawa kimia sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks
(Hadisumarto, 1997).
Proses
ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat
berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya
digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa
yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut
tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa
kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama,
produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua,
pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan
energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul
kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme
yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan
anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis (Jumin, 1992).
Hasil-hasil
anabolisme berguna dalam fungsi yang essential Hasil-hasil tersebut misalnya
glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk
pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur
tubuh makhluk hidup, baik intrasel maupun ekstrasel. Bila sintesis bahan-bahan
ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh (Kimbal, 1998).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang
berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat
diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan
energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat
berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan
H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing
spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap
proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).
Fotosintesis
berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti
penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2
menjadi senyawa organik yang kompleks
yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang
mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya
matahari. (Kimball, 2002).
Fotosintesis
merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan
cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam
kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan
membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim
tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi
CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi
yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya,
air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).
Berbeda dengan
organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari
oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut
kemoautotrof, karena menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa
organik dari senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri
dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme
fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan
energi yang berasal dari cahaya matahari (Kimball, 1992).
Fotosintesis
sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan
karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya
cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang
mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan
makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari (Kimball, 1992).
Reaksi
fotosintesis :
Sinar matahari
6CO2 + 6H2O → C6H12O6
+ 6O2 + energi
Klorofil
Organisasi dan
fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak
henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik
seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri,
hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya
(Kimball, 1992).
Fotosintesis
adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis
bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi
cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam
fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di
bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang
terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui
fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis
merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon
bebas dari CO2 diikat (difiksasi)
menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh
organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang
dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang (Stone, 2004).
Fotosintesis
dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau
dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis
makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai
makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan
dalam reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah. Selain itu
sesuai dengan namanya, foto “cahaya” reaksi ini membutuhkan cahaya matari
sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen)
(Stone, 2004).
Reaksi fotosintesis
dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam molekul air
bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu
molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang dibentuk
sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil
konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun
molekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan
bersama elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang
sangat penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak.
Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam
ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam
proses-proses di dalam tubuh (Stone 2004).
Seperti
organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit dasar penyusun
kehidupan tanaman. Sel-sel tanaman mengandung struktur yang disebut kloroplas
(Chloroplast) yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Kloroplas adalah
organel khusus yang dimiliki oleh tanaman, berbentuk oval dan mengandung
klorofil (chlorophyll) yang dikenal dengan zat hijau daun. Seluruh bagian
tumbuhan yang merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan buah
memiliki kloroplas dalam setiap sel penyusunnya. Namun secara umum aktifitas
fotosintesis terjadi di dalam daun. Dalam kepadatan kloroplas di permukaan daun
suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah juta per milimeter persegi
(Michael 2006).
Fotosintesis
memiliki dua macam reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Selama reaksi
terang, klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain di dalam kloroplas menyerap
energi cahaya matahari dan mengkonversinya menjadi energi kimia yang disimpan
dalam ikatan kimia penyusun glukosa. Energi yang diserap merupakan energi kaya
elektron yang nantinya akan terlibat dalam serangkaian rantai reaksi yang
disebut transpot elektron. Air melalui
reaksi terang akan dipecah (fotolisis) menjadi proton, elektron dan O2. Proton dan elektron yang
dihasilkan dari pemecahan ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP+(nikotinamide adenosine
dinucleotide phosphate) membentuk NADPH.
Beberapa proton bergerak melalui membran kloroplas , dan energi yang dibentuk
berupa ATP (Adenosine triphospat). NADPH dan ATP adalah komponen yang masuk ke
dalam reaksi gelap (siklus Calvin), yang merubah molekul CO2 menjadi molekul gula
berantai karobon tiga. energi kimia hasil konversi dari energi cahaya matahari
tersimpan dalam senyawa karbon tersebut (Stone, 2004).
Karbohidrat
merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks
dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa,
monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling
sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer,
trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan
trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Tumbuhan
terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan
pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu
proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun
satu tumbuhan yang memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari.
Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses
tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan
proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak
dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada
cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)
Pada tahun 1860,
Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya
tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah
kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alcohol dan ditetesi dengan
iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak
ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990)
Untuk mengetahui
ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat
dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan
variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan
larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun
tumbuhan sampel (Ellis, 1986).
Salah satu
contoh daun yang dapat digunakan pada percobaan sachs adalah daun mangga.
Klasifikasi
(Gembong,1993) :
Regnum: Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas: Dycotiledoneae
Kelas: Dycotiledoneae
Jan Ingenhousz
merupakan orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang fotosintesis
adalah Jan Ingenhousz (1730-1799). Ingenhousz memasukkan tumbuhan air Hydrilla verticillata ke dalam bejana
yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup denagn corong terbalik dan diatasnya
di beri tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di
terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air
tersebut. Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas. Setelah diuji
ternyata adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesis menghasilkan
oksigen (Desrizal, 2012).
Klasifikasi (Gembong,1993):
Regnum: Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas: Dycotiledoneae
Ordo: Hydrocharitales
Famili: Hydrocharitaceae
Genus: Hydrilla
Spesies: Hydrilla verticillata
Kelas: Dycotiledoneae
Ordo: Hydrocharitales
Famili: Hydrocharitaceae
Genus: Hydrilla
Spesies: Hydrilla verticillata
Fotosintesis
terjadi hanya di bagian hijau tanaman. Untuk efisiensi fotosintesis harus daun
tipis dan memiliki luas permukaan besar. Ini membantu dalam penyerapan cahaya
dan difusi gas, dan sarana untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan
melalui stomata dan epidermis. Jumlah besar kloroplas dalam sel-sel mesofil
palisade menyediakan jaringan fotosintetik utama. Ruang antara spons berbentuk
tidak teratur di dalam sel-sel mesofil daun izin difusi gas gratis. Turgor sel
penjaga berubah menjadi gas mengizinkan pertukaran dengan atmosfer. Kutikula
pada berlapis tunggal transparan epidermis atas dan bawah melindungi daun dari
pengeringan dan infeksi (Desrizal, 2012).
Berikut
adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis (Desrizal, 2012)
:
1.
Intensitas cahaya.
Laju
fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2.
Konsentrasi karbon
dioksida
Semakin
banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan
tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3.
Suhu.
Enzim-enzim
yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu
optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya
suhu hingga batas toleransi enzim.
4.
Kadar air.
Kekurangan
air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon
dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5.
Kadar fotosintat (hasil
fotosintesis).
Jika
kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik.
Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis
akan berkurang.
BAB III
METODE PERCOBAAN
III.1. Alat
Alat yang
digunakan pada percobaan ini adalah penjepit
kertas, gelas piala, kaki tiga, lampu spiritus, penjepit, kawat kasa, corong
tabung reaksi dan korek api.
III.2. Bahan
Bahan yang
digunakan pada percobaan ini adalah daun mangga (Mangifera indica), tanaman Hydrilla
verticilla Hoele, air, larutan JKJ, Alkohol, dan penjepit kertas.
III.3. Cara
kerja
a.
Percobaan
Sachs
1. Menutup
sebagian permukaan daun mangga dengan menggunakan kertas timah dan dijepit
dengan menggunakan jepit kertas sehingga dapat menghalangi sinar matahari.
2. Memetik
daun mangga setelah seminggu pembungkusan.
3. Membuka
bungkusan daun, sehingga tampak sedikit perbedaan antara bagian daun yang dibungkus
kertas timah dan yang tidak dibungkus.
4. Memasukkan
daun kedalam air memdidih dan merebusnya kurang lebih 10 menit untuk mematikan
sel-selnya.
5. Memasukkan
daun yang telah direbus di dalam air mendidih ke dalam alcohol mendidih kurang
lebih 5 menit untuk melarutkan klorofil daun.
6. Memasukkan
daun yang telah direbus dalam alcohol ke dalam gelas piala yang berisi JKJ
selama kurang kebih 3 menit.
7. Membersihkan
sisa JKJ pada daun dengan menggunakan air mengalir.
8. Mengamati
perbedaan warna daun yang ada antara daun yang ditutupi kertas timah dengan
bagian daun yang tetap terbuka.
b.
Percobaan
Ingenhouz
1. Mengisi
gelas piala dengan air bersih, kemudian memasukkan tanaman Hydrilla verticillata ke dalamnya.
2. Memasukkan
corong kaca secara terbalik dan mengatur sedemikian rupa agar semua tanaman Hydrilla verticillata berada di bawah
corong.
3. Menutup
pangkal corong dengan menggunakan tabung reaksi yang telah diisi air bersih
secara penuh.
4. Meletakkan
alat percobaan di luar ruangan sehingga mendapatkan cahaya matahari dengan
intensitas yang tinggi.
5. Mengamati
gelembung udara yang muncul ke atas dan memcatat jumlah gelembung pada tabel
percobaan.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
IV.1. Hasil
a.
Percobaan
Sachs
1.
b.
Percobaan
Ingenhouz
Tabel
Percobaan :
No.
|
Waktu (menit)
|
Jumlah Gelembung
|
1.
|
0-5
|
25
|
2.
|
5-10
|
31
|
3.
|
10-15
|
38
|
4.
|
15-20
|
47
|
IV.2. Pembahasan
a.
Percobaan
Sachs
Daun
mangga yang masih berada pada pohonnya dibungkus dengan kertas timah pada
bagian tengah daun dan dibiarkan selama 1 minggu. Kertas timah digunakan untuk menghalangi
cahaya matahari untuk menembus sebagian permukaan daun, karena kertas timah
memang memiliki kemampuan untuk tidak ditembus cahaya.
Setelah
satu minggu, bungkusan kertas timah pada daun mangga di buka, dan mulai terlihat perbedaan warna, bagian yang
telah tertutupi kertas timah terlihat
agak belang kecoklatan berbeda dengan bagian daun yang tidak tertutupi yang
berwarna hijau segar. Hal ini mulai membuktikan bahwa bagian daun yang terkena
cahaya mampu menghasilkan suatu zat yang tidak dihasilkan oleh bagian daun yang
tidak terkena cahaya.
Daun
mangga direbus dalam gelas piala yang berisi air mendidih selama beberapa
menit. Air mendidih pada dasarnya berfungsi untuk mematikan sel-sel yang
terdapat pada daun. Hal ini dikarenakan sel tidak dapat hidup pada suhu yang
tinggi.
Daun
mangga yang telah direbus pada air mendidih tampak berwarna hijau coklat kelayuan, hal ini membuktikan bahwa sel yang
terdapat pada daun mulai mati dan tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya.
Daun
mangga direbus dalam gelas piala yang berisi alkohol mendidih selama beberapa
menit. Aklohol mendidih berfungsi sebagai larutan untuk melarutkan klorofil
atau zat hijau yang dimiliki oleh daun.
Daun
mangga yang telah direbus pada alcohol
mendidih tampak berwarna lebih coklat
kelayuan dan daun bersifat keras. Hal ini membuktikan bahwa zat klorofil
yang terdapat pada daun telah larut dalam alcohol mendidih.
Daun
mangga dimasukkan dalam gelas piala yang berisi JKJ. Larutan JKJ berfungsi
sebagai indikator untuk menentukan apakah suatu bahan mengandung amilum atau
tidak. Bahan yang mengandung amilum warnanya akan berubah menjadi hitam biru
keunguan. Daun mangga kemudian dibersihkan dengan air mengalir untuk
menghilangkan JKJ yang masih ada.
Setelah
sisa JKJ di bersihkan, tampak perbedaan warna pada bagian mangga yang
diberlakukan berbada. Bagian daun yang dibungkus tampak berwana putih sedangkan
bagian daun yang tidak dibungkus berwarna gelap, biru keunguan. Hal ini
membuktikan bahwa daun yang tidak dibungkus mengandung amilum. Dan bagian daun
yang dibungkus kertas timah sehingga tidak tembus cahaya dan tidak dapat
melakukan fotosintesis ternyata tidak mengandung amilum. Jadi dapat simbulkan
bahwa benar proses fotosintesis menghasilkan glukosa berupa amilum, hal ini
sejalan dengan percobaan yang pernah dilakukan Sachs.
b.
Percobaan
Ingenhouz
Tanaman Hydrilla verticillate dimasukkan
dalam gelas piala berisi air dan diatur sedemikian rupa agar tepat berada di
bawah corong terbalik dan ditutupi tabung reaksi berisi air, hal ini bertujuan agar
gelembung udara yang dihasilkan dapat naik ke permukaan tabung reaksi sehingga
mudah diperhatikan.
Alat percobaan diletakkan pada tempat
yang mendapat intensitas cahaya matahari yang tinggi, sebagaimana diketahui
bahwa cahaya metahari memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran
proses fotosintesis.
Muncul gelembung udara pada tabung
reaksi. Gelembung udara tersebut merupakan oksigen. Hal ini mebuktikan bahwa
benar proses fotosintesis pada tumbuhan akan menghasilkan gas O2
atau oksigen. Semakin lama , gelembung udara makin banyak dan volume ruang
udara pada dasar tabung reaksi semakin besar. Hal ini berarti bahwa semakin
tinggi intensitas cahaya metahari yang diperoleh suatu tumbuhan, maka proses
fotosentesis akan berlangsung lebih cepat.
BAB
V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Perdasarkan
dasil peraktikum yang diperoleh setelah mekukan percobaan yang berkaitan dengan
prose fotosintesis yang percobaan sachs dan ingenhauz, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
·
Proses fotosintesis
menghasilkan glukosa yang berupa amilum,
hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan warna pada bagian daun mangga yang
tidak mengalami fotosintesis karena ditutupi oleh kertas timah dengan bagian
daun mangga lainnya yang tetap mengalami proses potosintesis. Hal ini sesuai
dengan teori yang mengatakan bahwa fotosintesis adalah proses yang menghasilkan
glukosa.
·
Proses fotosintesis
menghasilkan oksigen, hal ini dibuktikan dengan adanya gelembung udara yang
naik ke dasar tabung reaksi. Hal ini sejalan dengan percobaan yang pernah
dilakukan oleh Ingenhouz yang berhasil membuktikan bahwa salah satu hasil dari
proses fotosintesis adalah oksigen.
V.2. Saran
Sebaiknya
percobaan dilakukan dengan alat percobaan lebih baik dari segi kuantitas,
sehingga dapat seimbang dengan jumlah mahasiswa yang melakukan percobaan.
Dengan demikian seluruh mahasiswa dapat berperan aktif sehingga paham betul
dengan percobaan yang dilakukan.
Dalam
melakukan percobaan, diperlukan sifat waspada dan ketelitian yang tinggi
sehingga dapat diperoleh hasil yang memuaskan dan tidak terjadi kesalahan
dalamproses percobaan.
Dalam
penulisan laporan percobaan sebaiknya dilengkapi literature yang memadai,
sehingga dapat meyakinkan para pembaca.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, dkk. 2003. Biology
Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Desrizal. 2012. Pengertian,
Fungsi dan Proses Fotosintesis. http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi-/0116%20Bio%203-1e.htm
diakses tanggal 04 Oktober 2012, pukul 19.34
Dwidjoseputro. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:
Gramedia pustaka Utama
Fried,
dkk. 2005. Biologi. Jakarta: Erlangga
Karmana Oman. 2007. Cerdas
Belajar Biologi Untuk Kelas XII SMA/MA program IPA. Bandung : Grafindo
Kimball, John W. 1992. Biologi. Jakarta: Erlangga
Kimball, dkk. 2002. Biology
Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Lehninger. 2005. Dasar-Dasar Biokimia
Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Nisrina.
2009. Katabolisme. http://www.scribd.com/doc/36876038/katabolisme
diakses tanggal 04 Oktober 2012, pukul 19.34
Rahmawati
Diah. 2001. Pelajaran Biologi SMU 3.
Surakarta : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Salisbury, dkk. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung: ITB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar