Selasa, 23 April 2013

laporan lengkap Fotosintesis



LAPORAN PARAKTIKUM
BIOLOGI DASAR

PERCOBAAN II
FOTOSINTESIS

NAMA                 : TRI ASTUTI
NIM                      : I11112048
FAK/GOL           : PETERNAKAN/B
KOLOMPOK      : I
ASISTEN             : ST. RAHBIAH



LABORATORIUM BIOLOGI DASAR
UNIT PELAKSANA TEKNIS-MATA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012



BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Tuhan telah menciptakan beraneka ragam makhluk hidup yang saling bergantung. Misalnya ketika sedang berteduh di bawah pohon pada siang hari, kita yang dapat merasakan kesejukan dan kesegaran udara di sekitarnya. Udara di sekitarnya terasa sejuk karena banyak oksigen murni yang berasal dari hasil fotosintesis yang terjadi pada daun tumbuhan, demikian pula tumbuh-tumbuhan yang memerlukan CO2 (karbon dioksida) yang berasal dari udara bebas dan pernapasan manusia untuk fotosintesis (Karmana, 2007).
Fotosintesis sebenarnya merupakan suatu proses pembentukan senyawa kimia kompleks dari senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan sinar matahari. Hasil akhir dari fotosintesis berupa karbohidrat yang akan digunakan sebagai sumber makanan dan oksigen yang terlepas ke udara bebas sehingga orang yang berada di sekitarnya dapat menghirup udara segar. Oksigen yang dihasilkan tumbuhan diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas (Karmana, 2007).
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang autotrof, yaitu makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Makanannya itu dalam bentuk senyawa kimia, yang diperoleh melalui proses fotosintesis dalam daun (Karmana, 2007).

Fofosintetis merupakan suatu peristiwa penggabungan zat anorganik (seperti unsur C, H, dan O) menjadi zat organik berupa senyawa glukosa (karbohidrat), dengan menggunakan energi matahari (Karmana, 2007).
Penelitian atau pengematan mengenai reaksi fotosintesis perlu dilakukan untuk membuktikan hasil apa yang dapat diperoleh dari reaksi yang berlangsung pada proses fotosintesis tersebut.
I.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan mengenai fotosintesis yang dilakukan adalah sebagai berikut :
·         Membuktikan proses fotosintesis akan menghasilkan glukosa.
·         Membuktikan proses fotosintesis melapaskan O2 atau oksigen.
I.3. Waktu dan Tempat Percobaan
Pengamatan tentang proses fotosintesis ini dilakukan pada hari Selasa, Tanggal 02 Oktober 2012, Pukul 11.00-14.00 di Laboratorium Biologi Dasar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Metabolisme adalah seluruh proses kimia yang berlangsung di dalam tubuh organisme / makhluk hidup. Dalam  suatu reaksi kimia terjadi perubahan struktur molekul dari satu zat atau lebih disertai dengan pelepasan atau penyerapan energi. Secara keseluruhan, metabolisme berkaitan dengan pengelolaan / pengaturan sumber daya materi dan energi di dalam sel (Hadisumarto, 1997).
Metabolisme terdiri atas dua proses, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme merupakan penyusunan zat kompleks dari zat yang lebih sederhana dan memerlukan energi. Salah satu contoh anabolisme adalah sintesis protein dari asam amino. Sebaliknya, katabolisme merupakan pemecahan zat kompleks menjadi zat yang lebih sederhana disertai dengan proses pelepasan energi. Anabolisme adalah penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks (Hadisumarto, 1997).
Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis (Jumin, 1992).
Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang essential Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intrasel maupun ekstrasel. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh (Kimbal, 1998).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O  dan CO2  menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002).
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).
Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari (Kimball, 1992).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya  matahari (Kimball, 1992).
Reaksi fotosintesis :
Sinar matahari
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 + energi
Klorofil
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992).
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang (Stone, 2004).
Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis adalah CO2  yang berasal dari udara dan H2O  yang diserap dari dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto “cahaya” reaksi ini membutuhkan cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen) (Stone, 2004).
Reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak. Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di dalam tubuh (Stone 2004).
Seperti organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit dasar penyusun kehidupan tanaman. Sel-sel tanaman mengandung struktur yang disebut kloroplas (Chloroplast) yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Kloroplas adalah organel khusus yang dimiliki oleh tanaman, berbentuk oval dan mengandung klorofil (chlorophyll) yang dikenal dengan zat hijau daun. Seluruh bagian tumbuhan yang merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan buah memiliki kloroplas dalam setiap sel penyusunnya. Namun secara umum aktifitas fotosintesis terjadi di dalam daun. Dalam kepadatan kloroplas di permukaan daun suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah juta per milimeter persegi (Michael 2006).
Fotosintesis memiliki dua macam reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Selama reaksi terang, klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain di dalam kloroplas menyerap energi cahaya matahari dan mengkonversinya menjadi energi kimia yang disimpan dalam ikatan kimia penyusun glukosa. Energi yang diserap merupakan energi kaya elektron yang nantinya akan terlibat dalam serangkaian rantai reaksi yang disebut transpot elektron.  Air melalui reaksi terang akan dipecah (fotolisis) menjadi proton, elektron dan O2. Proton dan elektron yang dihasilkan dari pemecahan ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP+(nikotinamide adenosine dinucleotide phosphate) membentuk NADPH. Beberapa proton bergerak melalui membran kloroplas , dan energi yang dibentuk berupa ATP (Adenosine triphospat). NADPH dan ATP adalah komponen yang masuk ke dalam reaksi gelap (siklus Calvin), yang merubah molekul CO2  menjadi molekul gula berantai karobon tiga. energi kimia hasil konversi dari energi cahaya matahari tersimpan dalam senyawa karbon tersebut (Stone, 2004).
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alcohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990)
Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis, 1986).
Salah satu contoh daun yang dapat digunakan pada percobaan sachs adalah daun mangga.
Klasifikasi (Gembong,1993) :
Regnum: Plantae
       Divisi: Magnoliophyta
Sub  Divisi : Angiospermae
           Kelas: Dycotiledoneae
                  Ordo: Sapindales
                             Famili:
Anacardiaceae
                                 Genus:
Mangifera
                                     Spesies: Mangifera indica L.
Jan Ingenhousz merupakan orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang fotosintesis adalah Jan Ingenhousz (1730-1799). Ingenhousz memasukkan tumbuhan air Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup denagn corong terbalik dan diatasnya di beri tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air tersebut. Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas. Setelah diuji ternyata adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesis menghasilkan oksigen (Desrizal, 2012).
Klasifikasi (Gembong,1993):
Regnum: Plantae
       Divisi: Magnoliophyta
Sub  Divisi : Angiospermae
           Kelas: Dycotiledoneae
                     Ordo: Hydrocharitales
                             Famili:
Hydrocharitaceae
                                 Genus:
Hydrilla
                                     Spesies: Hydrilla verticillata
Fotosintesis terjadi hanya di bagian hijau tanaman. Untuk efisiensi fotosintesis harus daun tipis dan memiliki luas permukaan besar. Ini membantu dalam penyerapan cahaya dan difusi gas, dan sarana untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan melalui stomata dan epidermis. Jumlah besar kloroplas dalam sel-sel mesofil palisade menyediakan jaringan fotosintetik utama. Ruang antara spons berbentuk tidak teratur di dalam sel-sel mesofil daun izin difusi gas gratis. Turgor sel penjaga berubah menjadi gas mengizinkan pertukaran dengan atmosfer. Kutikula pada berlapis tunggal transparan epidermis atas dan bawah melindungi daun dari pengeringan dan infeksi (Desrizal, 2012).
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis (Desrizal, 2012) :
1.      Intensitas cahaya.
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2.      Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3.      Suhu.
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.
4.      Kadar air.
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5.      Kadar fotosintat (hasil fotosintesis).
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.








BAB III
METODE  PERCOBAAN

III.1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah  penjepit kertas, gelas piala, kaki tiga, lampu spiritus, penjepit, kawat kasa, corong tabung reaksi dan korek api.
III.2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah daun mangga (Mangifera indica), tanaman Hydrilla verticilla Hoele, air, larutan JKJ, Alkohol,  dan penjepit kertas.
III.3. Cara kerja
a.      Percobaan Sachs
1.      Menutup sebagian permukaan daun mangga dengan menggunakan kertas timah dan dijepit dengan menggunakan jepit kertas sehingga dapat menghalangi sinar matahari.
2.      Memetik daun mangga setelah seminggu pembungkusan.
3.      Membuka bungkusan daun, sehingga tampak sedikit perbedaan antara bagian daun yang dibungkus kertas timah dan yang tidak dibungkus.
4.      Memasukkan daun kedalam air memdidih dan merebusnya kurang lebih 10 menit untuk mematikan sel-selnya.
5.      Memasukkan daun yang telah direbus di dalam air mendidih ke dalam alcohol mendidih kurang lebih 5 menit untuk melarutkan klorofil daun.
6.      Memasukkan daun yang telah direbus dalam alcohol ke dalam gelas piala yang berisi JKJ selama kurang kebih 3 menit.
7.      Membersihkan sisa JKJ pada daun dengan menggunakan air mengalir.
8.      Mengamati perbedaan warna daun yang ada antara daun yang ditutupi kertas timah dengan bagian daun yang tetap terbuka.
b.      Percobaan Ingenhouz
1.   Mengisi gelas piala dengan air bersih, kemudian memasukkan tanaman Hydrilla verticillata ke dalamnya.
2.   Memasukkan corong kaca secara terbalik dan mengatur sedemikian rupa agar semua tanaman Hydrilla verticillata berada di bawah corong.
3.   Menutup pangkal corong dengan menggunakan tabung reaksi yang telah diisi air bersih secara penuh.
4.   Meletakkan alat percobaan di luar ruangan sehingga mendapatkan cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi.
5.   Mengamati gelembung udara yang muncul ke atas dan memcatat jumlah gelembung pada tabel percobaan.







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil
a.      Percobaan Sachs
1.
b.      Percobaan Ingenhouz
Tabel Percobaan :
No.
Waktu (menit)
Jumlah Gelembung
1.
0-5
25
2.
5-10
31
3.
10-15
38
4.
15-20
47

IV.2. Pembahasan
a.      Percobaan Sachs
Daun mangga yang masih berada pada pohonnya dibungkus dengan kertas timah pada bagian tengah daun dan dibiarkan selama 1 minggu. Kertas timah digunakan untuk menghalangi cahaya matahari untuk menembus sebagian permukaan daun, karena kertas timah memang memiliki kemampuan untuk tidak ditembus cahaya.
Setelah satu minggu, bungkusan kertas timah pada daun mangga di buka, dan  mulai terlihat perbedaan warna, bagian yang telah tertutupi kertas  timah terlihat agak belang kecoklatan berbeda dengan bagian daun yang tidak tertutupi yang berwarna hijau segar. Hal ini mulai membuktikan bahwa bagian daun yang terkena cahaya mampu menghasilkan suatu zat yang tidak dihasilkan oleh bagian daun yang tidak terkena cahaya.
Daun mangga direbus dalam gelas piala yang berisi air mendidih selama beberapa menit. Air mendidih pada dasarnya berfungsi untuk mematikan sel-sel yang terdapat pada daun. Hal ini dikarenakan sel tidak dapat hidup pada suhu yang tinggi.
Daun mangga yang telah direbus pada air mendidih tampak berwarna hijau coklat  kelayuan, hal ini membuktikan bahwa sel yang terdapat pada daun mulai mati dan tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya.
Daun mangga direbus dalam gelas piala yang berisi alkohol mendidih selama beberapa menit. Aklohol mendidih berfungsi sebagai larutan untuk melarutkan klorofil atau zat hijau yang dimiliki oleh daun.
Daun mangga yang telah direbus pada alcohol  mendidih tampak berwarna lebih coklat  kelayuan dan daun bersifat keras. Hal ini membuktikan bahwa zat klorofil yang terdapat pada daun telah larut dalam alcohol mendidih.
Daun mangga dimasukkan dalam gelas piala yang berisi JKJ. Larutan JKJ berfungsi sebagai indikator untuk menentukan apakah suatu bahan mengandung amilum atau tidak. Bahan yang mengandung amilum warnanya akan berubah menjadi hitam biru keunguan. Daun mangga kemudian dibersihkan dengan air mengalir untuk menghilangkan JKJ yang masih ada.
Setelah sisa JKJ di bersihkan, tampak perbedaan warna pada bagian mangga yang diberlakukan berbada. Bagian daun yang dibungkus tampak berwana putih sedangkan bagian daun yang tidak dibungkus berwarna gelap, biru keunguan. Hal ini membuktikan bahwa daun yang tidak dibungkus mengandung amilum. Dan bagian daun yang dibungkus kertas timah sehingga tidak tembus cahaya dan tidak dapat melakukan fotosintesis ternyata tidak mengandung amilum. Jadi dapat simbulkan bahwa benar proses fotosintesis menghasilkan glukosa berupa amilum, hal ini sejalan dengan percobaan yang pernah dilakukan Sachs.
b.      Percobaan Ingenhouz
Tanaman Hydrilla verticillate dimasukkan dalam gelas piala berisi air dan diatur sedemikian rupa agar tepat berada di bawah corong terbalik dan ditutupi tabung reaksi berisi air, hal ini bertujuan agar gelembung udara yang dihasilkan dapat naik ke permukaan tabung reaksi sehingga mudah diperhatikan.
Alat percobaan diletakkan pada tempat yang mendapat intensitas cahaya matahari yang tinggi, sebagaimana diketahui bahwa cahaya metahari memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran proses fotosintesis.
Muncul gelembung udara pada tabung reaksi. Gelembung udara tersebut merupakan oksigen. Hal ini mebuktikan bahwa benar proses fotosintesis pada tumbuhan akan menghasilkan gas O2 atau oksigen. Semakin lama , gelembung udara makin banyak dan volume ruang udara pada dasar tabung reaksi semakin besar. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi intensitas cahaya metahari yang diperoleh suatu tumbuhan, maka proses fotosentesis akan berlangsung lebih cepat.




BAB V
PENUTUP

V.1. Kesimpulan
Perdasarkan dasil peraktikum yang diperoleh setelah mekukan percobaan yang berkaitan dengan prose fotosintesis yang percobaan sachs dan ingenhauz, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
·         Proses fotosintesis menghasilkan  glukosa yang berupa amilum, hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan warna pada bagian daun mangga yang tidak mengalami fotosintesis karena ditutupi oleh kertas timah dengan bagian daun mangga lainnya yang tetap mengalami proses potosintesis. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa fotosintesis adalah proses yang menghasilkan glukosa.
·         Proses fotosintesis menghasilkan oksigen, hal ini dibuktikan dengan adanya gelembung udara yang naik ke dasar tabung reaksi. Hal ini sejalan dengan percobaan yang pernah dilakukan oleh Ingenhouz yang berhasil membuktikan bahwa salah satu hasil dari proses fotosintesis adalah oksigen.
V.2. Saran
Sebaiknya percobaan dilakukan dengan alat percobaan lebih baik dari segi kuantitas, sehingga dapat seimbang dengan jumlah mahasiswa yang melakukan percobaan. Dengan demikian seluruh mahasiswa dapat berperan aktif sehingga paham betul dengan percobaan yang dilakukan.
Dalam melakukan percobaan, diperlukan sifat waspada dan ketelitian yang tinggi sehingga dapat diperoleh hasil yang memuaskan dan tidak terjadi kesalahan dalamproses percobaan.
Dalam penulisan laporan percobaan sebaiknya dilengkapi literature yang memadai, sehingga dapat meyakinkan para pembaca.


















DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biology Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Desrizal. 2012. Pengertian, Fungsi dan Proses Fotosintesis. http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi-/0116%20Bio%203-1e.htm diakses tanggal 04 Oktober 2012, pukul 19.34
Dwidjoseputro. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia pustaka Utama
Fried, dkk. 2005. Biologi. Jakarta: Erlangga
Karmana Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi Untuk Kelas XII SMA/MA program IPA. Bandung : Grafindo
Kimball, John W. 1992. Biologi. Jakarta: Erlangga
Kimball, dkk. 2002. Biology Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Lehninger. 2005. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Nisrina. 2009. Katabolisme. http://www.scribd.com/doc/36876038/katabolisme diakses tanggal 04 Oktober 2012, pukul 19.34
Rahmawati Diah. 2001. Pelajaran Biologi SMU 3. Surakarta : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Salisbury, dkk. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1.  Bandung: ITB
                                                                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar